<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919</id><updated>2012-02-16T04:53:45.393-08:00</updated><category term='lemah'/><category term='ilmu'/><category term='ibnu khaldun'/><category term='jiwa'/><category term='bisnis'/><category term='pendidikan'/><category term='perniagaan'/><category term='kaya miskin'/><category term='husnudzan'/><category term='objektif'/><category term='syukur sabar'/><category term='ibnu taymiyah'/><category term='ukhuwah'/><category term='puzzle'/><category term='epistemologi'/><category term='fase'/><category term='tabayun'/><category term='konsekuensi'/><title type='text'>Blognya Miftah Hilmi</title><subtitle type='html'>Kumpulan tulisan buah karya Miftah Hilmi. Seperti artikel, tutorial joomla, tips bisnis di internet, dan lain sebagainya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-1874522887539657252</id><published>2008-08-31T00:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T00:48:02.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fase'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibnu khaldun'/><title type='text'>Empat Fase Kehidupan Ibnu Khaldun</title><content type='html'>&lt;a href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6nk_uqs4y7u0QM:http://www.famousmuslims.com/ibn%2520khaldun_files/image002.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6nk_uqs4y7u0QM:http://www.famousmuslims.com/ibn%2520khaldun_files/image002.jpg" alt="" border="0" height="86" width="63" /&gt;&lt;/a&gt;Ibnu khaldun adalah ulama maliki, politisi, sekaligus seorang sosiolog ternama. Perjalanan hidupnya sangat panjang dan banyak diliputi berbagai intrik. Disatu masa dia menjadi seorang penuntut ilmu yang giat, di lain masa dia menjadi seorang politisi yang oportunis. Beliau pernah menjadi seorang Qadhi bermadzhab maliki di Mesir, dilain waktu beliau adalah seorang duta besar pada salah satu daerah di Andalusia.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempelajari Ibnu Khaldun, perjalanan panjang hidupnya dapat dipetakan dalam 4 fase:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase pertama, dimulai sejak awal kelahiran, menuntut ilmu sampai terjadinya wabah besar di sebagian wilayah dunia Pada masa ini talenta keulamaannya sangat terlatih. Waktunya habis untuk menghafal Al-Qur'an beserta tajwid dan qiraatnya. Juga digunakan untuk mendalami berbagai disiplin ilmu agama, termasuk fikih bermadzhab maliki. Fase ini berlangsung sekitar 20 tahun, mulai tahun 732 H sampai 751 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase kedua, berlasung sekitar 15 tahun dimulai tahun 751 H – 776 H. Pada fase ini kehidupannya habis dalam berbagai aktivitas politik. Beliau berhijrah dari satu daerah ke daerah lainnya, seperti Maghrib Al-Adna, Al-Ausath, dan Al-Aqsa juga sebagian wilayah Andalusia. Sifat oportunis Ibnu Khaldun muncul pada masa ini. Selain itu, ketajaman analisa politik dan sosiologi pun juga terasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase ketiga, berlangsung sekitar 8 tahun, mulai tahun 776 H – 784 H. Fase ini adalah fase kontemplasi. Setengahnya habis di Qal'ah Ibnu Salamah, dan setengah selanjutnya dihabiskan di Tunis. Pada masa inilah magnum opus-nya yang berjudul “Kitâb Al-Ibar wa Dîwân Al-Mubtada' wa Al-Khabar, fi Ayyâm Al-Arab wa Al-Ajam wa Al-Barbar, Wa Man Âsharahum min dzi Al-Sulthân Al-Akbar ” ditulis. Kitab ini terdiri dari 7 jilid, jilid pertama dari kitab inilah yang disebut sebagai Kitab Mukaddimah Ibnu Khaldun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase keempat,  adalah masa mengajar dan menjadi Qadhi di Mesir. Masa ini berlangsung selama 24 tahun. Sejak tahun 784 H – akhir 808 H.&lt;br /&gt;(Lih. Silsilah Al-Turats Muqaddimah Ibnu Khaldun oleh DR. Ali Abdul Wahid Wafi, hal. 27. )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-1874522887539657252?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/1874522887539657252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=1874522887539657252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/1874522887539657252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/1874522887539657252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/empat-fase-kehidupan-ibnu-khaldun.html' title='Empat Fase Kehidupan Ibnu Khaldun'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-1588585797437989111</id><published>2008-08-25T00:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T00:47:00.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='husnudzan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabayun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='objektif'/><title type='text'>Antara Husnudzân dan Tabayyun; Sebuah Usaha Klarifikasi Objektif</title><content type='html'>&lt;a href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:NQ3Y4nX8MpGrgM:http://www.muhajirlawfirm.com/images/timbangan.gif" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:NQ3Y4nX8MpGrgM:http://www.muhajirlawfirm.com/images/timbangan.gif" alt="" border="0" height="118" width="109" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Rasulullah Saw. mengutus Al-Walid bin 'Uqbah, salah seorang sahabat dari Bani Umar bin Umayyah, dan salah seorang dari bani Abi Mu'ith untuk mengambil zakat kepada Bani Al-Mushtalaq. Ketika kabar ini sampai ke telinga Bani Mushthalaq, mereka sangat gembira. Kemudian mereka keluar kota untuk menemui utusan Rasulullah SAW. Ketika Al-Walid mendengar bahwa mereka keluar kota untuk menemuinya, dia kembali ke Rasulullah Saw (dalam riwayat lain, setan berbisik bahwa mereka ingin mengadakan peperangan). Kemudian dia berkata: Wahai Rasululah Saw. Sesungguhnya Bani Al-Mushthalaq enggan berzakat. Maka Rasulullah Saw amat marah. Tatkala beliau hendak memutuskan untuk menyerang mereka, datang kepadanya utusan Bani Al-Mushthalaq. Kemudian mereka berkata: Wahai Rasulullah Saw. sesungguhnya kami telah tahu bahwa utusanmu telah kembali setelah menempuh setengah perjalan. Kami takut seandainya yang menyebabkan kepulangannya adalah perintah darimu karena kemarahan kepada kami. Sesungguhnya kami berlindung kepada Allah dari murka-Nya dan murka Rasulullah Saw.. Kemudian Allah menurunkan ayat mengenai hal ini : "Wahai orang-orang yang beriman apabila datang kepadamu seorang fasik dengan sebuah berita, maka bertabayyunlah (klarifikasi) sehingga kalian tidak menimpakan musibah pada suatu kaum dengan ketidaktahuan kemudian kalian menyesali dengan apa yang telah kalian lakukan." (HR. Abu Kuraib dari Ja'far bin Aun dari Musa bin Ubaidah dari Tsabit Maula Ummu Salamah dari Ummu Salamah. Lih. tafsir QS. Al-Hujurat: 6 dalam kitab Tafsir At-Tabari)&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita yang menarik sarat makna dan hikmah. Riwayat ini bagaikan novel penggugah spirit untuk selalu berhati-hati dalam mencerna setiap kabar yang gonjang-ganjing. Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari akan menyebabkan keadaan politik yang tengah mengalami keributan reda sedikit demi sedikit. Kedewasan masyarakat lebih terjaga, stabilitas politik lebih mudah diwujudkan, sehingga recovery ekonomi negara dapat lebih cepat dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, dalam membina hubungan baik antar anggota masyarakat, Islam memerintahkan umatnya untuk selalu ber-¬husnudzân. Husnudzan atau positive thinking akan menjadi support system terbentuknya struktur masyarakat madani yang berkemajuan. Energi positif dari sikap positif ini akan mengalir di setiap jiwa anggota masyarakat sehingga akan meminimalisir konflik yang tidak diperlukan. Ketiadaan konflik inilah agaknya yang akan memotivator produktivitas masyarakat. Karena tenaga tidak lagi terkuras untuk hal-hal yang tidak berguna melainkan dapat fokus pada apa yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, husnudzan yang ifrath (berlebihan) bukanlah yang diperintahkan oleh Islam. Bagaimana menurut anda jika ada seseorang yang memergoki maling di beranda rumahnya dengan berbagai perhiasan emas milik istri ditanganya lalu dia diam dan mencoba ber-husnudzân. “Ah..., mungkin dia seperti robinhood! Mencuri harta kemudian dibagikan pada orang-orang miskin. Saya kan belum berinfak tahun ini. Sudah.., biarkan saja pencuri itu kabur.” Seandainya husnudzan seperti ini yang hendak anda amalkan, lupakan segala milik anda, dan persiapkan diri anda dengan berbagai idealisme penerima kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah pionner keadilan. Keadilannya bukan berlandaskan materi, tetapi berdasarkan suatu hal inmateriil yang disematkan oleh Pencipta dalam jiwa setiap hamba. Dia adalah fitrah. Untuk memahaminya, Allah Swt. menurunkan al-Qur'an. Jelaslah bahwa Al-Qur'an merupakan petunjuk dan penjelas bagi manusia ummi dalam menghadapi problem hidupnya. Bahkan apa yang tersembunyi dalam hati setiap diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini maka Islam mensyariatkan tabayyun atau klarifikasi dalam setiap informasi yang kita terima. Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik dengan membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (klarifikasi) agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum dengan ketidaktahuan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. AL-Hujurat: 6)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klarifikasi sumber berita hanya diperuntukkan bagi orang fasik. Yaitu orang yang suka berbuat dosa dan kerusakan. Tetapi siapakah dia? Dapatkah seorang fasik dalam sebuah komunitas diketahui? Psikologi manusia sangat bermacam-macam. Tidak satupun diantara manusia yang memiliki kesamaan. Jika standar ini hanya dipahami dengan logika, maka standar “fasik” yang diberikan Al-Qur'an ini tidak terdefinisi pada diri seseorang dengan baik. Karena cakupannya luas seluas pola pikir yang ada di otak setiap batok kepala manusia. Ya..., karena pola pikir itulah yang nantinya akan mengantarkan seseorang untuk memahami apa itu benar dan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jika standar ini berdasar pada sinergi antara akal dan hati, maka fasik akan lebih mudah dipahami. Terutama oleh orang-orang yang bersih hatinya. Karena merekalah yang akan dimudahkan oleh Allah untuk memahami fitrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problemnya, kita tidak tahu apakah diri kita memiliki hati yang bersih, atau logika yang benar. Dari sini seseorang dituntut kewaspadaannya sehingga bisa selamat dari orang-orang yang fasik. Tentu dengan kewaspadaan yang bersinergi dengan husnudzân. Penerapan kedua hal kontras ini merupakan seni yang sangat elegan. Penerapannya tidak akan sempurna kecuali oleh orang yang memiliki jiwa keadilan dalam dirinya. Apakah adil itu? Jumhur (mayoritas ulama) bersepakat bahwa adil adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Artinya seseorang yang adil akan tahu kapan dia harus benar-benar waspada terhadap sebuah informasi yang datang, begitu pula tahu kapan harus ber-husnudzân atau positive thinking. Sehingga kedua hal kontras ini tidak melumpuhkan kemampuannya dalam berinteraksi dengan komunitas disekitarnya. (&lt;a href="http://miftahhilmi.com/" target="_blank"&gt;Red.&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-1588585797437989111?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/1588585797437989111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=1588585797437989111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/1588585797437989111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/1588585797437989111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/antara-husnudzn-dan-tabayyun-sebuah.html' title='Antara Husnudzân dan Tabayyun; Sebuah Usaha Klarifikasi Objektif'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-5670211416288029252</id><published>2008-08-21T00:46:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T00:46:00.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsekuensi'/><title type='text'>Konsekuensi</title><content type='html'>&lt;a href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:t1ykaL6h8KRcMM:http://www.ui.ac.id/images/images/riset.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:t1ykaL6h8KRcMM:http://www.ui.ac.id/images/images/riset.jpg" alt="usaha" border="0" height="87" width="95" /&gt;&lt;/a&gt;Allah berfirman,“ Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 8)”. Fujur dan taqwa, keburukan dan kebaikan, atau bisa dikatakan maksiat dan taat. Agaknya dua hal kontras ini merupakan fitrah yang telah Allah sematkan dalam setiap jiwa manusia. Disinilah manusia akan diuji, Fujur atau taqwa yang akan menghiasi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kelahirannya manusia diberikan kemampuan oleh Allah untuk menilai. Penilaian ini akan semakin tepat dan benar seiring pertumbuhannya selaras dengan pengetahuan yang ia dapatkan (lih. &lt;a title="Ilmu dan PUzzle" href="http://muslimindonesia.wordpress.com/2008/05/09/ilmu-dan-puzzle/" target="_self"&gt;Ilmu dan puzzle&lt;/a&gt;). Hingga umur “Baligh” menjadi  pertanda adanya beban di pundaknya untuk memilih 2 variabel yang Allah ilhamkan. Apakah fujur yang akan dia pilih, ataukah takwa yang akan menjadi jalannya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjatuhkan pilihan ini memang sangat ironis. Disatu sisi setiap diri tentu ingin memberikan yang terbaik untuk jiwanya. Tetapi disisi lain, semua orang pasti akan menjauhi segala yang menyusahkan hidupnya. Padahal, seluruh kebaikan membutuhkan susah payah dan perjuangan. Sebaliknya keburukkan, mampu didapatkan dengan leha-leha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kali Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan hingga pada akhirnya bisa menemukan lampu. Atau seperti perkataan Soichiro Honda “Yang dilihat orang pada kesuksesan saya hanya 1 %, tetapi apa yang tidak mereka lihat adalah 99 %, yaitu kegagalan-kegagalan saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah umat Islam diawal masa dakwahnya. Hujatan, cacian, bahkan penghinaan banyak diterima oleh mereka. Bahkan kadang nyawa yang menjadi jaminannya. Di tengah-tengah kesusahan dan kesukaran ini, mereka terus bergerak dan bergerak, melangkah tertatih-tatih sembari jatuh dan bangun. Hingga pada akhirnya agama ini tersebar dan memusnahkan kejahiliyahan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka inilah golongan pemberani, para manusia yang mau berusaha, bergerak, melakukan perubahan, gagal, jatuh, bangun, dan berhasil. Merekalah orang yang mau memilih dan sadar akan konsekuensi. Memilih sebuah pendakian yang sukar, sebuah perjalanan yang melelahkan, sehingga pada suatu saat mereka akan mendapatkan kebaikan atas apa yang mereka usahakan. “Seorang manusia tidak akan memperoleh kecuali apa yang telah ia usahakan. Dan sesungguhanya usaha itu akan diperlihatkan (kepadanya) kelak. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami menunjukinya sebuah jalan, ada yang bersyukur ada pula yang kafir (ingkar).” (QS. Al-Insan: 3)  Maka bersyukurlah dengan menjadikan kebaikan, taat, dan takwa sebagai pilihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-5670211416288029252?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/5670211416288029252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=5670211416288029252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/5670211416288029252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/5670211416288029252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/konsekuensi.html' title='Konsekuensi'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-6810547376260182278</id><published>2008-08-18T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T00:45:01.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puzzle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu'/><title type='text'>Ilmu dan Puzzle</title><content type='html'>Tentu semua orang tahu, permainan puzzle dimulai dari potongan gambar yang berserakan. Kemudian disusun satu-persatu sehingga menjadi satu gambar yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:LfT-PHA5JZiHaM:http://interseksi.org/news/files/puzzle.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float:left;margin:6px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:LfT-PHA5JZiHaM:http://interseksi.org/news/files/puzzle.jpg" border="0" alt="" width="104" height="88" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimanakah jika potongan gambar puzzle tersebut belum ditemukan? Sebagai gambaran, ambillah sebuah gambar puzzle. Keluarkan potongan-potongan gambarnya. Kemudian sembunyikan tiap potongan gambar tersebut dalam tempat yang berbeda. Buatlah petunjuk untuk mencari potongan-potongan gambar puzzle tersebut. Kemudian mintalah supaya teman anda menyusun potongan-potongan gambar puzzle tersebut sehingga menjadi sebuah gambar yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maka hal pertama yang akan dilakukan teman anda adalah mencari potongan-potongan gambar tersebut. Kemudian berusaha menyusunnya satu persatu. Tetapi, untuk melakukan hal itu secara sempurna tidaklah mudah. Kadang urutan gambar terakhir malah ketemu diawal. Sedangkan gambar terakhir ketemu diakhir. Akan lebih membingungkan jika ada gambar yang tidak ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena diatas sangat tepat untuk mendeskripsikan anda sebagai penuntut ilmu. Seluruh ilmu telah Allah turunkan di jagat semesta. Tugas manusia adalah mendapatkan ilmu tersebut satu-persatu. Kemudian mencoba untuk menstrukturnya sedikit demi sedikit sehingga mampu mendapatkan "ilmu" yang integral sinergis antara satu dan yang lainya. Sebagai Tuhan Yang Maha Penyayang, Dia telah menurunkan sebuah petunjuk untuk membantu proses pencarian itu. Petunjuk tersebut adalah A-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlandaskan petunjuk tersebut manusia mampu menjalani proses tersebut sedikit demi sedikit. Walaupun pencarian tersebut tidak akan mencapai titik kesempurnaan -karena kesempurnaan hanya milik Allah Swt.-, tetapi semakin banyak kita mendapatkan potongan ilmu itu dan kemudian menyusunnya, berarti kita semakin dekat pada kebenaran hakiki. Berat dan Susah. "Tetapi, kenapa anda tidak mengambil pendakian terjal ini?", Allah Swt. menyindir dalam surat Al-Balad. &lt;em&gt;Wallahu A'lam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Note&lt;/strong&gt;: &lt;a href="http://miftahhilmi.blogspot.com" target="_blank"&gt;Tentang Kami&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-6810547376260182278?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/6810547376260182278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=6810547376260182278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/6810547376260182278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/6810547376260182278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/ilmu-dan-puzzle.html' title='Ilmu dan Puzzle'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-4246356844984974408</id><published>2008-08-14T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T00:45:00.610-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jiwa'/><title type='text'>Mengenal Jiwa Manusia</title><content type='html'>&lt;a href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:LOAYLz7ndKd_jM:http://www.wcg.org/lit/gospel/man%2520crying.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:LOAYLz7ndKd_jM:http://www.wcg.org/lit/gospel/man%2520crying.jpg" alt="" border="0" height="92" width="105" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah anda melihat seorang bapak-bapak dengan baju yang sederhana sedang bekerja keras. Ada yang angkat-angkat batu, membongkar bangunan, angkat barang dagangan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Lihat mereka tidak menghiraukan tetesan keringat yang semakin deras. Kadang lapar harus mereka tahan. Tetapi uang yang mereka dapatkan hanya sekedarnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah juga anda mengamati seorang anak kecil yang manja. Pada hari-hari sebelumnya semua permintaanya selalu dikabulkan. Motor-motoran, mobil-mobilan, video game, dan lain sebagainya. Kamarnya yang luas kini terasa sempit dipenuhi mainan-mainannya. Kali ini, dia melihat robot-robotan. Mainan ini baru bagi dia. Seperti biasanya, dia coba meminta pada kedua orangtuanya untuk dibelikan mainan ini. Tetapi tatkala permintaannya ditolak, anak itu marah sembari menangis terguling-guling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerangan apa yang menyebabkan bapak-bapak dan anak kecil sehingga melakukan hal tersebut. Dalam ilmu psikologi dikenal istilah dorongan (motives). Dorongan ini terbagi menjadi dua macam. Pertama, dorongan yang tersematkan dalam diri manusia (Ad-Dawaafi' Al-Awlawiyah). Karena merupakan fitrah yang diberika Allah pada manusia, maka fitrah ini tidak bisa dirubah. Dan jikalau bisa, maka merubahnya berarti dosa. Kedua, dorongan yang terbentuk akibat dari hubungan seseorang dengan lingkungannya secara terus-menerus (Ad-Dawaafi' Ats-Tsaanawiyah). Karena merupakan akibat dari hubungannya dengan lingkungan yang terus menerus, maka dorongan ini bisa dirubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi kesepakatan tak tertulis bahwa makan adalah fitrah manusia. Karena merupakan fitrah, maka kebiasaan ini tidak akan bisa dirubah. Pada dasarnya, kesukaan anak kecil terhadap mainan juga merupakan fitrah. Akan tetapi, ketika rasa suka tersebut sudah melampau batas (&lt;em&gt;israf&lt;/em&gt;), maka bukan lagi fitrah. Itu hanya merupakan kebiasaan yang terbentuk akibat perlakuan orang tuanya yang selama ini dia dapatkan. Dan kebiasaan seperti ini, hanya bisa dirubah jika dirinya sendiri mau untuk merubahnya. Allah SWT berfirman &lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah diri suatu kaum, sehingga mereka mau merubah apa yang ada dalam diri mereka”(QS. Ar-Ra'du: 11)&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-4246356844984974408?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/4246356844984974408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=4246356844984974408' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/4246356844984974408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/4246356844984974408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/mengenal-jiwa-manusia.html' title='Mengenal Jiwa Manusia'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-2727964740918643250</id><published>2008-08-11T00:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T00:44:00.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='epistemologi'/><title type='text'>Pemahaman Sederhana terhadap Tiga Epistemologi</title><content type='html'>&lt;a href="http://saifulislam.com/wp-content/uploads/2007/05/ims801-009.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://saifulislam.com/wp-content/uploads/2007/05/ims801-009.jpg" alt="" border="0" height="105" width="105" /&gt;&lt;/a&gt;Selain sebagai instrumen untuk mencari kebenaran, tiga epistemologi ini juga bisa digunakan sebagai sarana identifikasi cara berfikir seseorang. Ketiga epistemologi ini adalah Burhani, Bayani, Irfani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman paling sederhana pada ketiga epistemologi ini adalah  jawaban dari pertanyaan, “Dengan apakah manusia mendapatkan kebenaran?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang filosof dengan corak berfikir burhani akan menjawab bahwa sumber kebenaran itu dari akal atau panca indera. Dengan kedua sarana ini manusia memunculkan dua dikotomi antara apa yang disebut rasional dan irrasional. Rasional adalah sebuah kebenaran, sebaliknya irrasional adalah sebuah kesalahan. Semua kebenaran harus masuk dalam rasionalitas manusia. Sedangkan segala sesuatu di luar ranah rasionalitas diacuhkan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya orang yang memiliki corak berfikir bayani akan menjawab bahwa sumber kebenaran itu dari text. Rasio tidak memiliki tempat dalam pembacaan mereka terhadap kebenaran. Sehingga banyak doktrin-dokrin agama yang irrasional tetap mereka jadikan pegangan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ketercukupan golongan ini terhadap text memasukkan mereka pada golongan fundamental literalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah orang yang memiliki corak berfikir irfani. Mereka akan menjawab bahwa sumber kebenaran itu dari wahyu, ilham, wangsit, dan sejenisnya. Pola berfikir demikian akan membangun sebuah struktur masyarakat yang memiliki hierarki atas bawah. Hanya orang elitlah yang mampu menentukan apa itu kebenaran. Tidak lain karena merekalah yang mampu mendapatkan wahyu, ilham, atau wangsit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia sufi, orang elit ini adalah para syeikh yang memiliki otoritas tertinggi dalam kerajaan tarekatnya. Dalam dunia Eropa pada abad pertengahan, orang elit ini adalah para pemimpin-pemimpin agama yang berdomisili di katedral-katedral. Atau dalam lingkungan orang pedalaman mungkin, orang elit ini adalah dukun-dukun yang dijadikan sebagai penasehat pemimpin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami:&lt;br /&gt;Untuk memahami sebuah kebenaran tidak cukup hanya dengan memiliki satu corak berfikir saja. Dalam memahami Islam, Imam Ghazali menjadikan fikih sebagai ilmu yang mengantarkannya untuk memahami nash-nash agama. Dikemudian hari, beliau merasa bahwa tanpa rasionalitas akal, pemahaman terhadap nash agama tersebut terasa kurang. Maka beliau mempelajari mantiq. Sehingga agama dalam corak berfikir beliau menjadi agama yang rasional. Radionalitas dalam agama ini pada akhirnya menjadikan agama terasa hambar tanpa spirit didalamnya. Dari sinilah corak berfikir irfani dibutuhkan. Maka beliau mempelajari tashawwuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan sinergi antara tiga corak berfikir diatas. Akan tetapi harus diakui bahwa antara ketiga corak berfikir ini memiliki kontradiksi yang saling menjatuhkan. Oleh karenanya, sinergi yang diharapkan adalah sebuah sinergi yang moderat. Ada pada tiap corak berfikir diatas yang diambil dan ditolak. Maka keadilan menjadi sikap yang harus dimiliki seserorang dalam memilah dan memilih postulat-postulat tersebut. Allah berfirman: “&lt;em&gt;Dan demikian Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.&lt;/em&gt;” (al-Baqarah: 143).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-2727964740918643250?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/2727964740918643250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=2727964740918643250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/2727964740918643250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/2727964740918643250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/pemahaman-sederhana-terhadap-tiga.html' title='Pemahaman Sederhana terhadap Tiga Epistemologi'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-3598424680618426521</id><published>2008-08-07T00:42:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:30:50.712-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lemah'/><title type='text'>Kita Memang Lemah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/RuOHQhCtGGI/AAAAAAAAAA0/Z3Jf27nxdns/s320/jet.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 178px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/RuOHQhCtGGI/AAAAAAAAAA0/Z3Jf27nxdns/s320/jet.jpg" alt="Ternyata dalam kelemahan ada kekuatan yang amat dasyat" align="left" border="0" height="255" width="320" /&gt;&lt;/a&gt; Banyak orang-orang sukses di sekitar kita, yang kesuksesannya nampak di berbagai segi kehidupan. Ada politikus, ekonom, businessman, entrepreneur, pengamat sosial, programmer, designner, dan lain sebagainya. Tanda kesuksesan mereka dapat&lt;br /&gt;diukur dari materi yang mereka miliki. Rumah yang besar dengan berbagai macam dekorasi kelas atas, mobil merek internasional, bahkan baju-baju yang dia kenakan. Semua adalah barang mahal yang tidak bisa dibeli oleh sembarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas segala kenikmatan duniawi tersebut, manusia kadang lupa dengan kekurangannya. Kesombongannya telah menutup hatinya. Dia lupa bahwa Allah telah menyematkan dalam semua jiwa satu kelemahan, bahwa manusia adalah makhluk Allah yang akan dan selalu butuh terhadap materi dan makhluk hidup disekelilingnya. Sehingga sehebat apapun manusia, dia tidak akan bisa lepas dari kebutuhannya. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah” (QS. Ali-Imran: 28). Jumhur mufassirin banyak mengkaitkan ayat tersebut dalam masalah pernikahan melihat beberapa riwayat dan ayat-ayat Al-Qur'an sebelumnya. Sehingga lemah disini dimasudkan untuk orang muslim yang tidak mampu menahan syahwat dan juga tidak mampu menikahi seorang muslimah yang merdeka, maka dibolehkan baginya untuk menikahi seorang budak muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, mujahid dalam kitab tafsir Al-Tabari mengatakan bahwa selain masalah hubungan lawan jenis, ayat tersebut juga membicarakan hubungan manusia dengan lainnya. Begitu pula DR. Muhammad Husein Al-Hamshi, beliau mengatakan bahwa kelemahan manusia disebabkan banyaknya kebutuhan. Pendapat ini dikuatkan oleh firman Allah yang mengatakan bahwa syahwat itu tidak pada lawan jenis saja, akan tetapi juga pada yang lainnya (lih. QS. Ali-Imran: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dihubungkan dengan ayat selanjutnya, juga memiliki ketepatan. Allah berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” Artinya, untuk memenuhi kebutuhannya, manusia tidak akan lepas dari akses finansial. Maka Allah mengingatkan supaya usaha manusia untuk mendapatkan akses tersebut selalu ditempuh dalam korior-koridor syar'i. Sehingga tidak akan terjadi konflik yang menimbulkan bunuh-membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: &lt;a href="http://miftahhilmi.com/" target="_blank"&gt;Tentang Kami&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-3598424680618426521?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/3598424680618426521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=3598424680618426521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/3598424680618426521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/3598424680618426521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/kita-memang-lemah.html' title='Kita Memang Lemah'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/RuOHQhCtGGI/AAAAAAAAAA0/Z3Jf27nxdns/s72-c/jet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-8745981841917388516</id><published>2008-08-04T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T00:41:00.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://dedypalembang.files.wordpress.com/2007/08/foto-reg-jogja-dgn-hnw.jpg?w=176&amp;amp;h=116"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://dedypalembang.files.wordpress.com/2007/08/foto-reg-jogja-dgn-hnw.jpg" alt="Pendidikan Kita" border="0" height="116" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut survey Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara ASEAN (lih. &lt;a href="http://www.mii.fmipa.ugm.ac.id/new/?p=121"&gt;http://www.mii.fmipa.ugm.ac.id/new/?p=121&lt;/a&gt;). Data di atas hanyalah salah satu poin yang menggambarkan betapa buruk kualitas pendidikan yang kita miliki. Tentu standar yang digunakan oleh LSM-LSM tersebut adalah standar pendidikan sekuler materialistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, paradigma pendidikan sekuler-materialistik ini telah masuk dalam sendi-sendi pemikiran sebagian besar pemegang kebijakan di Negara kita. Bukan merupakan kesalahan ahli-ahli pendidikan kita. Tetapi hal ini lebih dikarenakan dominasi pemikiran global yang di-handle oleh Barat. Out-put dari pendidikan ini sangat bagus. Muncul ahli-ahli medis, programmer-programer handal, ekonom-ekonom terkenal, politisi-politisi yang cerdik, dan lain sebagainya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada satu hal yang menyebabkan sistem pendidikan ini dinyatakan gagal. Sistem pendidikan ini tidak mampu membentuk karakter-karakter terpuji yang dulu menjadi budaya Indonesia. Sehingga hasil yang diharapkan menjadi kontradiktif dengan kenyataan yang ada. Sistem ini justru memunculkan ahli-ahli yang sering melakukan manipulasi. Kejahatan semakin rapi karena yang melakukan adalah para ahli. Konflik yang sering terjadi antara kriminolog elit ini akhirnya menyebabkan kerusakan di Indonesia, baik kerusakan sistem sosial maupun kerusakan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari hal ini, maka sistem pendidikan tersebut harus diganti dengan sistem pendidikan yang integral. Sebuah sistem pendidikan yang mampu bersinergi dengan sistem sosial lainnya. Sehingga tidak akan ada benang pemisah antara sistem pendidikan dengan sistem tatanegara, politik, ekonomi, geografi, dan lain sebagainya. Integralitas ini akan kita temukan dalam Islam. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 206).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: &lt;a href="http://miftahhilmi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Tentang Kami&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-8745981841917388516?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/8745981841917388516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=8745981841917388516' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/8745981841917388516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/8745981841917388516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/08/pendidikan-kita.html' title='Pendidikan Kita'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-2454152692659422691</id><published>2008-07-31T00:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T00:39:00.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhuwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perniagaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Merajut Ukhuwah dalam Perniagaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:ZQzao-QXGrJACM:http://images.diaz2000.multiply.com/logo" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:ZQzao-QXGrJACM:http://images.diaz2000.multiply.com/logo" alt="Merajut Ukhuwah" border="0" height="82" width="82" /&gt;&lt;/a&gt;Perbedaaan antara bagi hasil dan bunga tidak begitu kentara. Tidak sembarang orang mampu menerangkan dan memberi jawaban yang memuaskan terhadap pertanyaan tersebut. Bahkan bagi kami, mahasiswa Al-Azhar.&lt;br /&gt;Sebenarnya ada perbedaan mencolok pada implikasi dari kedua hal tersebut. Dalam Bank konvensional transaksi yang dilakukan antara nasabah dan bank hanya berbentuk satu, yakni pinjam meminjam yang berbasis bunga. Implikasi yang dihasilkan dari sistem ini adalah ketidakpedulian sang pemilik kapital terhadap pengelola modalnya. Yang dipikirkan oleh pemilik kapital hanyalah selama modal bisa kembali dengan untung yang berlipat. It's OK. Apakah uang itu akan diputar dalam usaha yang halal ataupun yang haram, That's not my business!!!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu apabila pihak pengelola kapital menghadapi situasi atau kondisi yang kurang bersahabat sehingga menyebabkan kerugian, sang pemilik modal tidak mau tahu. Bagi dia yang penting kapital yang dia miliki bisa balik. Seandainya kapital yang dia tanam tidak bisa balik maka dia akan mengajukan tuntutan baik melalui jalur kekeluargaan, hukum atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kapitalisme seperti inilah yang berlaku di negara kita, yang akhirnya, memunculkan anomali hubungan persaudaraan. Orang yang memiliki kapital akan dicari-cari, dan orang yang menjadi temannya akan bangga lalu menceritakan ini kolega saya. Seorang CEO di perusahaan ini dan ini. Sebaliknya orang yang tidak memiliki akses pada kapital akan semakin termarginalkan. Tali silaturahmi tidak lagi didasarkan pada Islam tetapi lebih pada uang. Na'udzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Bank yang memberikan pembiayaan/ permodalan berbasis bagi hasil akan memberikan dampak yang jauh berbeda dengan bank konvensional. Dalam transaksi tersebut, pemilik kapital masih memiliki tanggungjawab terhadap pengelola. Pada kondisi tertentu, bisa jadi pengelola kapital betul-betul terpojokkan sehingga terjadi kerugian. Jika kerugian tersebut tidak disebabkan faktor pribadi pengelola tetapi lebih dikarenakan faktor alam, maka kerugian menjadi tanggungan bersama. Begitu pula ketika pengelola mampu mendapatkan hasil yang maksimal didukung situasi yang kondusif untuk bisnisnya, maka keuntungan tersebut juga akan dirasakan pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem seperti ini akan mendorong pemilik modal untuk selalu mengecek kondisi modalnya yang sedang dikelola. Sehingga akan memunculkan hubungan silaturahmi yang objektif. Hubungan silaturahmi ini muncul karena partnership yang kuat dan kerja keras dalam bingkai akhlak Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kapital juga akan terdorong mencari entrepreuner-entrepreuner sejati yang sanggup bekerja keras dan tidak kenal putus asa. Bukan sekedar entrepreuner gadungan yang memiliki akses ditingkat elit. &lt;em&gt;Wallahu A'lam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Note: &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://miftahhilmi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Tentang Kami&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-2454152692659422691?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/2454152692659422691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=2454152692659422691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/2454152692659422691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/2454152692659422691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/07/merajut-ukhuwah-dalam-perniagaan.html' title='Merajut Ukhuwah dalam Perniagaan'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957530066065972919.post-6179264313678005282</id><published>2008-07-27T00:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T00:38:52.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur sabar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya miskin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibnu taymiyah'/><title type='text'>Mana yang Lebih Baik; Orang Miskin yang Sabar atau Orang Kaya yang Bersyukur</title><content type='html'>&lt;a href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn%3AsLlq8rIOp7XO8M%3Ahttp%3A%2F%2Fmuamalat.files.wordpress.com%2F2007%2F06%2Fdinar04.jpg&amp;amp;w=107&amp;amp;h=80&amp;amp;w=127&amp;amp;h=98" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignleft" style="margin: 6px; float: left;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn%3AsLlq8rIOp7XO8M%3Ahttp%3A%2F%2Fmuamalat.files.wordpress.com%2F2007%2F06%2Fdinar04.jpg&amp;amp;w=107&amp;amp;h=80&amp;amp;w=107&amp;amp;h=80" alt="" border="0" height="98" width="127" /&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah Muhammad SAW bersabda pada empat belas abad yang lalu, “Demi Allah, saya tidak takut dengan kemiskinan kalian, akan tetapi saya takut jikalau dunia menjadi lapang bagi kalian sebagaimana umat sebelum kalian sehingga mereka saling memperebutkannya”. Gejala inilah yang nampak ditengah-tengah masyarakat kita. Sebuah pola hidup baru bagi sebuah masyarakat agraris. Gotong royong lambat laun pupus oleh egoisme individu yang berkembang. Kejujuran hilang ditutupi dengan kebohongan. Persaudaraan sulit ditemukan kecuali didalamnya terdapat uang. Kesombongan menggeser sifat lugu, sopan, dan ketawadhu'an. Perubahan cara pandang ini selanjutnya merubah gaya hidup masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jikalau masyarakat kita tidak berusaha untuk mencari kekayaan duniawi ini, maka masyarakat kita akan menjadi masyarakat bawah yang lemah dan mudah diombang-ambingkan. Rasulullah SAW bersabda,“Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah dari pada seorang mukmin yang lemah”. Dengan logika sederhana pun, seseorang pasti akan membenarkan hadist ini. Logika ini membentuk sebuah asumsi, jika umat ini ingin menjadi  besar sudah saatnya meninggalkan idealismenya menuju pada hal-hal yang pragmatis. Kita harus membangun Rumah Sakit, Lembaga Pendidikan, Panti Asuhan, dan Lembaga-lembaga lain yang memiliki tujuan membantu kehidupan umat. Untuk melaksanakan hal tersebut tidak mungkin terlaksana dengan finansial yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari pemikiran ini, manakah yang lebih baik antara orang miskin yang sabar dengan orang kaya yang bersyukur? Seorang idealis mungkin akan memilih poin pertama, sebaliknya orang yang pragmatis akan memilih poin yang kedua. Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi tidak mudah untuk menjawabnya. Bahkan para ulama telah berselisih pendapat mengenai hal ini. Abu Ishaq bin Syaqilan, Qadhi Abu Ya'la, dan para pengikutnya mengatakan bahwa orang miskin yang bersabar itu lebih baik. Sebaliknya, Ibnu Qutaibah dan jamaahnya berpendapat bahwa orang kaya yang bersyukur lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita runut kebelakang, kita akan temukan orang-orang miskin yang sabar, bahkan yang berpredikat nabi sekalipun. Mereka adalah: Isa bin Maryam AS, Yahya bin Zakaria AS, Ali bin Abi Thalib, Abi Dzar Al-Ghifari, Mush'ab bin Umair, Salman Al-Farisi Radhiyallahu 'Anhum. Sebaliknya juga ada orang-orang kaya yang bersyukur, seperti: Ibrahim AS, Ayub AS, Dawud AS, Sulaiman AS, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Talhah, Zubeir, Sa'ad bin Muadz Radhiyallahu 'Anhum, dan masih banyak lagi. Lalu mana yang paling baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kebenaran kita sandarkan hanya pada akal, jawaban tersebut tidak akan ditemukan. Tetapi jika standar kebenaran adalah Al-Qur'an, jawaban tersebut sangat jelas. Allah swt berfirman,“Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara kalian” (QS. Al-Hujurat: 13). Lalu, seperti apa takwa yang diinginkan Islam? Kalau kita kembali runut dalam Al-Qur'an jawabannya akan semakin terlihat. Allah swt berfirman,“Maka bertakwalah sesuai kadar kemampuan kalian” (QS. At-Taghabun: 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya &lt;em&gt;stressing point&lt;/em&gt; dari lafal “takwa” adalah proses, dalam hal ini adalah usaha. Yakni usaha seorang hamba untuk mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (lih. QS. Al-Hasr: 7). Artinya, kebaikan bukan terletak pada kaya-miskinnya, tetapi lebih pada syukur dan sabarnya. Bertolak dari hal ini, maka kita akan temukan golongan ketiga yang sangat sulit untuk dicari dizaman ini. Golongan ini mendapat dua predikat sekaligus; miskin dan kaya. Karena kesederhanaannya golongan ini terlihat miskin, disisi lain merupakan golongan orang yang berada dengan pendapatan yang melimpah. Dia adalah Nabi kita Muhammad SAW. &lt;em&gt;Wallahu a'lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;(Lih. &lt;em&gt;Majmû' Fatâwa Ibnu Taimiyah, Bab Al-Adâb wa Al-Tashawwuf, Fasl: Ayyu huma Afdhal; Al-Faqîr Al-Shâbir Aw Al-Ghaniy Al-Syâkir&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Note: &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://miftahhilmi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Tentang Kami&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957530066065972919-6179264313678005282?l=miftahhilmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/feeds/6179264313678005282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957530066065972919&amp;postID=6179264313678005282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/6179264313678005282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957530066065972919/posts/default/6179264313678005282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://miftahhilmi.blogspot.com/2008/07/mana-yang-lebih-baik-orang-miskin-yang.html' title='Mana yang Lebih Baik; Orang Miskin yang Sabar atau Orang Kaya yang Bersyukur'/><author><name>Miftah Hilmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04327977079109167636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
