Thursday, August 7, 2008

Kita Memang Lemah

Ternyata dalam kelemahan ada kekuatan yang amat dasyat Banyak orang-orang sukses di sekitar kita, yang kesuksesannya nampak di berbagai segi kehidupan. Ada politikus, ekonom, businessman, entrepreneur, pengamat sosial, programmer, designner, dan lain sebagainya. Tanda kesuksesan mereka dapat
diukur dari materi yang mereka miliki. Rumah yang besar dengan berbagai macam dekorasi kelas atas, mobil merek internasional, bahkan baju-baju yang dia kenakan. Semua adalah barang mahal yang tidak bisa dibeli oleh sembarang.

Di atas segala kenikmatan duniawi tersebut, manusia kadang lupa dengan kekurangannya. Kesombongannya telah menutup hatinya. Dia lupa bahwa Allah telah menyematkan dalam semua jiwa satu kelemahan, bahwa manusia adalah makhluk Allah yang akan dan selalu butuh terhadap materi dan makhluk hidup disekelilingnya. Sehingga sehebat apapun manusia, dia tidak akan bisa lepas dari kebutuhannya.

Allah berfirman, “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah” (QS. Ali-Imran: 28). Jumhur mufassirin banyak mengkaitkan ayat tersebut dalam masalah pernikahan melihat beberapa riwayat dan ayat-ayat Al-Qur'an sebelumnya. Sehingga lemah disini dimasudkan untuk orang muslim yang tidak mampu menahan syahwat dan juga tidak mampu menikahi seorang muslimah yang merdeka, maka dibolehkan baginya untuk menikahi seorang budak muslimah.

Akan tetapi, mujahid dalam kitab tafsir Al-Tabari mengatakan bahwa selain masalah hubungan lawan jenis, ayat tersebut juga membicarakan hubungan manusia dengan lainnya. Begitu pula DR. Muhammad Husein Al-Hamshi, beliau mengatakan bahwa kelemahan manusia disebabkan banyaknya kebutuhan. Pendapat ini dikuatkan oleh firman Allah yang mengatakan bahwa syahwat itu tidak pada lawan jenis saja, akan tetapi juga pada yang lainnya (lih. QS. Ali-Imran: 14).

Jika dihubungkan dengan ayat selanjutnya, juga memiliki ketepatan. Allah berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” Artinya, untuk memenuhi kebutuhannya, manusia tidak akan lepas dari akses finansial. Maka Allah mengingatkan supaya usaha manusia untuk mendapatkan akses tersebut selalu ditempuh dalam korior-koridor syar'i. Sehingga tidak akan terjadi konflik yang menimbulkan bunuh-membunuh.

Note: Tentang Kami

No comments: